CARA PEMBENIHAN IKAN LELE

Cara pembenihan lele ini berisi artikel lengkap pengalaman penulis. Dilengkap gambar, video dan link bermanfaat. Kami akan selalu update artikel ini dan melengkapi terus. Kami mohon komentar berupa sarannya untuk perbaikan artikel ini di akhir bacaan ini. Jangan lupa komen ya. Daftar isi :
 

PEMELIHARAAN INDUK LELE

cara pembenihan ikan lele bermula dari cara penanganan indukan lele. Induk lele dapat dipelihara di berbagai wadah seperti kolam tanah, kolam terpal, ataupun tembok. Poin pentingnya bukan pada wadah tetapi ada pada  pengelolaan kualitas air yang baik. Induk lele sebaiknya dipisahkan antara jantan dan betina. Jika anda hendak membeli induk lele biasanya perpaket berisi 15 ekor (jantan 5 dan betina 10 ekor).

Pemberian Pakan Induk Lele

Induk lele memerlukan asupan protein yang baik, menurut SNI pakan lele yang baik mengandung tidak kurang dari 30%. Pakan diberikan sehari 2 kali yaitu pagi dan sore/malam. Dosis pemberian pakan minimal 3% dari total berat induk dalam kolam.

Misal    : Jumlah berat induk (kg) x Dosis Pakan

            : 100 Kg induk x 3%

            : 3 Kg Pakan perhari, pagi 1,5kg dan sore/malam 1,5kg.

Sangat disarankan induk lele diberikan pakan khusus ikan lele yang telah ber-SNI atau unit pakan mandiri yang telah teruji baik laboratorium maupun testimonial pengguna. Suplemen biasanya pada pakan dibibiskan vitamin E untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas telur.

Kepadatan Induk Lele

Kepadatan induk lele yang dipelihara diusahakan tidak melebihi 5 ekor/m2 hal ini dikarenakan indukan memerlukan ruang yang cukup. Ruang yang cukup memberikan kondisi lingkungan yang mendukung.

Misal    : lahan 100 m2 maka bisa masuk induk 500 ekor.

Kepadatan diatas diasumsikan ketinggian air berkisar antara 80-100 cm.

Jenis dan asal induk lele

Lele memiliki banyak strain/jenis. Di dalam dunia usaha pembenihan lele di Indonesia setidaknya beredar induk lele jenis berikut :

  • Induk lele strain sangkuriang : berasal dari pemuliaan Balai Perikanan Besar Air Tawar (BPBAT) Sukabumi dan jenis ini dirilis oleh Presiden RI secara resmi.
  • Induk lele strain mutiara : berasal dari Balai Sukamandi dan dirilis secara resmi oleh Presiden RI.
  • Induk yang berasal dari perusahaan swasta : lele masamo, lele phyton, lele paiton, lele burma, dan sebagainya.

Pertanyaannya adalah pilih jenis strain yang mana ? jawaban yang tepat adalah lakukan sedikit observasi di daerah dimana anda merencanakan membangun usaha anda. Anda bisa menanyakan testimoni kepada pembudidaya yang lebih senior, di daerah anda cocoknya jenis yang mana. Karena lokasi menentukan kecocokan indukan. Selain itu anda bisa menanyakan kepada penyuluh PNS perikanan di kecamatan anda.

Ciri induk yang baik yaitu anggota tubuh lengkap, tidak cacat, lincah, kulit mulus tidak luka, kumis tidak putus, dan agresif. Jika anda membeli induk di Balai pemerintah umumnya anda akan diberikan SKAI (Surat Keterangan Asal Induk).

 

PEMIJAHAN IKAN LELE

Ciri Induk Lele Jantan dan Betina

Ciri Induk Lele Jantan

  • Jika dilihat dari atas, jantan tampak panjang dan ramping
  • Bentuk kelamin panjang dan menonjol
  • Perut lurus/ramping.

Ciri Induk Lele Betina

  • Bentuk kelamin bulat/oval
  • Daging pada punggung umumnya lebih tebal
  • Perut buncit jika di tekan terasa lembek.

Gambar Perbedaan Jantan dan Betina Lele

cara-pembenihan-ikan-lele

cara pembenihan ikan lele

 

Memilih Induk Lele Siap Kawin (Pijah)

Induk Lele Jantan Siap Kawin

  • Kelamin menonjol
  • Kelamin berwarna kemerahan
Gambar Induk Lele Jantan Siap Kawin atau Pijah

induk-lele-jantan-siap-pijah

 

Induk Lele Betina Siap Kawin

  • Perut buncit dan lembek
  • Kelamin bulat dan memerah
Gambar Induk Lele betina  Siap Kawin atau Pijah

lele-betina-siap-pijah

 

Memijahkan Induk Lele

Persiapan wadah pemijahan lele

Memijahkan ikan lele dapat dilakukan di kolam tanah, kolam terpal, maupun kolam tembok. Jika dilakukan pada kolam tanah, lumpur harus dibuang kemudian dikeringkan hingga dasar kolam retak-retak. Kemudian kolam tanah diisi dengan air hingga ketinggian 30 cm. Usahakan air baru (bukan air bekas budidaya).

Untuk memudahkan menangkap induk keesokan harinya, pasang waring/hapa. Jadi pemijahan dilakukan di dalam hapa. Hapa dipasang sebelum kolam diisi air. Kakakan dirangkai di dasar hapa. Hapa menyentuh tanah. Kakaban diberi pemberat batu agar berada di dasar saat air penuh.

Gambar Waring Pemijahan Ikan Lele

waring-pemijahan-lele

 

Memasang Kakaban Pemijahan Lele

Kakaban adalah media/substrat telur lele terbuat dari injuk. 1 Induk betina butuh 5 kakaban. Jadi jika memijahkan 2 pasang, butuh setidaknya kakaban sebanyak 10 buah. Sebelum digunakan kakaban sebaiknya dijemur dulu selama 1 hari.

Gambar Pemasangan Kakaban Pemijahan Lele

memasang-kakaban-pemijahan-lele

Memasukan Induk Lele

Pilih dan masukanlah indukan lele yang siap pijah sesuai dengan ciri induk siap pijah yang telah dibahas. Berikut ini contoh photo seleksi induk. Lantai diberi alas plastik dan diberi air supaya licin tidak merusak kulit. Pemilihan harus dilakukan di tempat yang teduh.

Gambar cara memegang induk lele

cara-memegang-induk-lele

 

Masukan induk pada sore hari, umumnya pemijahan dapat terjadi pada malam hari, subuh ataupun pagi pagi sekitar pukul 05.30am . Masukan induk dengan hati-hati dan pelan-pelan. Jangan lupa berdoa ya ! Jika pemijahan secara alami maka induk langsung dimasukan setelah seleksi. Jika semi alami induk disuntik hormon terlebih dahulu menggunakan OVAPRIM. Cara pemijahan menggunakan hormon di bahas di sub bahasan di bawah ini.

Pemijahan Lele cara alami

Pemijahan lele secara alami merupakan cara tradisional. Namun masih banyak dilakukan di Indonesia karena kondisi stimulasi lingkungan masih mendukung. Inti cara ini adalah memiliki induk siap pijah dengan perbandingan jantan betina 1:1. Lalu memasukan ke waring pemijahan pada sore hari dan keesokan harinya di cek apakah bertelur atau tidak. Jika bertelur induk di tangkap dan dikembalikan ke kolam khusus induk. Telur dibiarkan menetas.

 

Pemijahan Lele semi alami

Berikut tahapan pemijahan semi alami pada ikan lele :

  • Seleksi induk yang hanya sudah matang gonad/siap pijah
  • Timbanglah induk jantan dan betina
  • Catat berat induk betina dan jantan terpisah
  • Dosis OVAPRIM 0.3 ml per kg Induk
  • Gunakan jarum suntik baru setiap melakukan pemijahan
  • Encerkan OVAPRIM dengan aquabides 1:1 atau 1:2
  • Tangkap induk yang telah ditimbang, tutup kepala lele dengan kain basah
  • Memegang induk lele jangan terlalu kuat, lembut saja karena akan berontak
  • Suntikan pada lele pada otot punggung, kedalaman jarum 1,2 cm
  • Suntikan dengan sudut 45o
  • Masukan campuran ovaprim tadi sesuai dosis pelan pelan
  • Cabut jarum secara perlahan sambil menekan titik tusuk jarum.
  • Induk yang telah disuntik langsung dimasukan ke dalam hapa pemijahan.
Gambar Ovaprim dan Aquabides

ovaprim-dan-aquabides

Cara pengambilan ovaprim :
  • Tutup botol berada di bawah (tegak)
  • Buka suntikan (jangan sentuh jarum, steril !)
  • Masukan jarum
  • Sedot secara perlahan sesuai dosis
  • Cabut suntikan tusukan kembali ke akuabides
  • Ambil sesuai dosis
  • Kocok jarum perlahan menyerupai angka 8

cara-mengambil-ovaprim

 

Cara penyuntikan Induk Lele

cara-penyuntikan-induk-lele

 

Pemijahan Lele secara buatan

Pemijahan secara buatan, banyak dilakukan. Umumnya dipraktekan ketika musim tidak mendukung dan biasa dilakukan jika target benih dalam jumlah besar dan butuh kepastian angka derajat pemijahan. Titik kelemahan metode ini adalah jantan didonorkan dan dibunuh untuk diambil kantong spermanya. Tata cara sebagai berikut

  1. Timbang induk betina.
  2. 1 ekor jantan bisa membuahi 2-3 ekor betina pada metode ini, tergantung kualitas kantong sperma (sperma yang bagus, putih dan besar).
  3. Jantan dibedah saat proses pengurutan telur (striping).
  4. Hitung dosis ovaprim yang digunakan untuk betina (dosis 0,3 ml/kg).
  5. Induk betina disuntik ovaprim yang telah diencerkan dengan aquabides.
  6. Dari penyuntikan ke pengeluaran telur jeda nya 8 jam
  7. Jika induk betina akan distriping jam 06.00 pagi, maka betina disuntik pukul 22.00 (jam sepuluh malam).
  8. Setelah induk disuntik, induk betina disimpan di dalam drum yang berisi air pisahkan dengan jantan.
  9. Setelah 8 jam induk betina diurut/striping untuk dikelurakan telurnya
  10. Tampung telur ke mangkok plastik kering dan bersih
  11. Bedah jantan, dengan memotong kepala terlebih dahulu hingga memutus sambungan pangkal tulang belakang. Setelah itu ambil gunting dan bedah kulit perut dari lubang kencing ke arah dada. Buka dan potong kantong sperma dengan hati-hati.

 

Gambar pembedahan sperma lele jantan

cara-pembenihan-ikan-lele

 

teknik-pembedahan-lele-jantan

 

Langkah Selanjutnya :
  • Lap kantong sperma dengan tisu, agar bersih dari darah
  • Sperma di ektrak dengan mengunting/memeras ke dalam wadah.

cara-ekstrak-sperma-jantan

Ini video nya :

  • Encerkan sperma dengan larutan infus jenis NaCl 0,9% biasanya untuk 1 ekor betina larutan infus yang digunakan setengah botol/labu.

  • Tuangkan sperma ke mangkok telur yang sudah distriping tadi :

pembuahan-buatan-ikan-lele

  • Aduk menggunakan bulu ekor ayam hati-hati selama kurang lebih 1 menit :

mengaduk-telur-dan-sperma-lele

  • Tebarkan telur di hapa penetasan (pukul 07.00 pagi). Beri gelembung oksigen atau sirkulasi air lemah. Setelah menetas dan larva menghitam larva siap dipindah ke bak pemeliharaan dan diberi makan telur rebus bagian kuningnya.

menebar-telur-lele

PENETASAN TELUR IKAN LELE

Penetasan telur umumnya bisa terjadi pada kurun waktu 24-36 jam. Telur akan berubah menjadi larva warna nya masih trasnparan seperti kaca dan membawa kuning telur (yolk sack) sebagai cadangan makanan. Selama fase ini tidak perlu diberi makan, jika warna larva sudah menghitam dan berenang mengitari kolam, tandanya anakan lele sudah harus diberi makanan pertama mereka.

PERAWATAN BENIH IKAN LELE

Perawatan Larva Lele

Perlu dipahami dulu larva adalah fase dimana ikan baru menetas dan belum bentuk sempurna, pada fase ini larva tidak diberi makan hanya dipastikan air dalam keadaan baik terlindung dari hujan jika memungkinkan. Dari pertama induk bertelur hingga kurang lebih 3-4 hari hingga larva belum berubah menjadi hitam tidak perlu diberi makan.

Pendederan lele fase I

Menurut SNI 01.6484.2-2000 tentang produksi benih lele dumbo, fase pendederan I (selanjutnya disingkat P1) adalah fase pendederan benih dari 0,75 – 1,00cm (larva baru menghitam di atas) hingga benih lele ukuran 1 – 3 cm panennya. Fase ini dilakukan sekitar 14-20 hari.

Pakan pertama mereka biasanya diberikan kuning telur (sudah direbus). 1 Induk betina, larvanya sekali di beri makan bisa sebanyak 4-5 butir. Caranya blender dengan air bersih 3 liter, lalu jus kuning telur di kucurkan di pinggir kolam/terpal. Larva akan terlihat menangkap butiran-butiran kuning telur tadi. Untuk cek serok anakan lele masukan ke gelas berisi air jernih. Anda dapat mengontrolnya, jika dimakan perut akan buncit berwarna kuning telur tadi. Di 1 hari pertama pemberian pakan, bisa 3 kali pemberian jus kuning telur tadi : pagi, siang, dan malam sekitar pukul 18.00 WIB.

Setelah hari kedua (setelah makan pertama), anakan lele selanjutnya diberi makan cingcangan cacing sutra yang telah dibersihkan. Anakan 1 indukan betina awalnya bisa diberikan 1 liter cacing terlebih dahulu. Dicacah dengan pisau hingga halus. Lalu di encerkan dengan air 5 liter dalam ember. Aduk menggunakan cangkir dan kocorkan disetiap pinggir kolam.

Keesokan harinya, lakukan cara yang sama, berikan cacing sebanyak 1 liter. Pemberian pakan dilakukan pagi, siang dan malam hari. Pada hari keempat setelah hari pertama makan, berikan cacing sutra bersih tanpa dicincang. Berikan cacing hidup-hidup di setiap sudut kolam dan tengah antara sudut dengan sudut seperti gambar di bawah ini :

cara-sebar-cacing-benih-lele

Cek stok cacing dalam kolam 2 kali sehari

Setiap harinya anda harus sering cek, apakah gumpalan cacing tersebut masih ada atau habis. Ketika habis tambahkan lagi gumpalan cacing, oleh karena itu perlu ada stok cacing yang stabil. Anda perlu memiliki tampungan cacing yang diberi resirkulasi yang baik.

Cara ini disebut metode pemberian pakan ad-libithum (pakan selalu standby di kolam selalu ada). Setiap harinya anda perlu cek keberadaan cacing gumpalan 3 kali sehari. Jika cacing dibiarkan kosong terlalu lama maka dikhawatirkan anakan lele akan kanibal.

Pemberian full cacing sutra dilakukan selama 1 minggu pertama. Minggu kedua, cacing sutra dan malam hari mulai dilatih pakan pelet serbuk (protein >40%). Pada malam hari taburkan pelet bubuk sedikit demi sedikit hingga anakan lele tidak terlihat mau makan lagi. Saat menebar pelet serbuk, lakukan perlahan. Anakan lele akan muncul ke permukaan. Lakukan kombinasi cacing sutra dan pelet ini hingga usia lele 14 hari (atau hingga akhir minggu kedua) maksimal hingga hari ke 20.

Setelah ukuran benih mencapai 1-3 cm, benih dipanen untuk dilakukan perawatan pendederan II (P2). 3 hari sebelum penebaran di P2 persiapkan air terlebih dahulu, ciri siap adalah air berwarna hijau bening. Lele dipanen dengan hati-hati lalu di tebar ke kolam pendederan II. Atau bisa dijual ke pelaku usaha pendederan II. Tergantung anda.

Perawatan Benih lele Fase Pendederan II

Menurut SNI 01.6484.2-2000, Pendederan II (P2) dimulai dengan menebar benih ukuran 1-3cm dipelihara maksimal selama 20 hari lagi menjadi ukuran 3-5 cm. Pemberian pakan dilakukan 3 kali dalam sehari. Bobot pakan sebanyak 10% dari total bobot anak lele jika mau ditimbang, atau metode pemberian pakan sekenyangnya. Artinya pakan diberikan sedikit demi sedikit melihat nafsu makan ikan, jika sudah tidak ada yang mau melahap pakan pemberian dihentikan. Jangan memberi makan berlebihan karena beracun jika kebanyakan.

Pada P2, pakan umum digunakan adalah kode pakan PF500, PF800 dan PF1000. Sesuaikan dengan ukuran bukaan mulut lele. Jika selama 20 hari bisa saja sebagai berikut :

  • PF500 : 6 hari pertama
  • PF800 : 6 hari kedua
  • PF1000 : 8 hari berikutnya hingga panen ukuran 3-5 cm.

 

Gambar Pakan Benih Lele

pakan benih lele

Panen dilakukan jika benih sudah mencapai ukuran 3-5 cm. Ukuran 3-5 cm ini bisa dijual atau dilanjutkan ditebar di kolam selanjutnya fase selanjutnya yaitu pendederan III (P3).

Video Pemberian Pakan Benih Lele

video dokumentasi pokdakan kami

Perawatan Benih lele Fase Pendederan III

Menurut SNI pendederan III (P3) dilakukan penebaran dari benih ukuran 3-5 cm dibesarkan hingga ukuran panen ukuran 5-8 cm. Maksimal selama 14 hari pemeliharaan benih lele harus sudah bisa dipanen ukuran tersebut. Pakan yang digunakan adalah PF1000. Dilakukan pemberian pakan 3 kali sehari. Metode pemberian pakan dilakukan secara sekenyangnya. Benih bisa dijual ukuran 5-8 cm atau dilanjut ke fase pendederan akhir yaitu Pendederan IV (P4). Atau di Indonesia dari ukuran ini sudah banyak dibutuhkan untuk pembesaran ikan konsumsi.

 

Perawatan Benih lele Fase Pendederan IV

Pada intinya P4 mendederkan ukuran 5-8cm menjadi ukuran 8-12cm selama maks 21 hari (menurut SNI) pakan yang digunakan bisa 781-1 hi-pro-vit. Pemberian pakan 3 kali/hari secara sekenyangnya.

MENJAGA KUALITAS AIR LELE

Tahapan persiapan air untuk memelihara lele

Air adalah faktor terpenting didunia perikanan, tidak ada air ya.. tidak ada ikan. Keberadaan air tentunya juga harus memiliki kriteria air yang bagus. Kenapa, karena meski sama-sama jernih air memiliki kandungan kimia yang berbeda-beda. Untuk ikan lele, menurut SNI kriteria yang baik adalah sebagai berikut :

Kriteria air optimum bagi pertumbuhan lele

Kualitas dan kuantitas air media yang baik menurut SNI bagi benih lele :

  • Suhu                          : 25 oC – 30 oC
  • Nilai pH                      : 6,5 – 8,6 (upayakan di angka 7-7,5)
  • Laju pergantian air  : (10-15) % per hari
  • Ketinggian air          : 50 cm-70 cm
  • Kecerahan                : 25 cm-35 cm

Suhu dapat diukur dengan termometer murah di toko akuarium seharga Rp6000/unit. pH dapat diukur dengan menggunakan  pH meter murah digital. Anda dapat membelinya di internet seharga Rp150.000/unit. Pergantian air 10% dihitung dari total ketinggian air mula, misal ketinggian 70cm maka pergantian air 7cm/hari (dengan air yang sudah ada di tandon). Kecerahan anda bisa membuat sechi disk sendiri. Tapi yang terpenting adalah suhu, pH dan laju pergantian air.

pH meter keasaman air

pH meter ukur keasamaan air

 

Pembersihan wadah dan Sterilisasi air pemeliharaan lele

Sebelum digunakan, wadah (kolam bak, terpal, bak tembok) perlu dicuci dengan detergen. Larutkan detergen ke dalam air dalam ember. Cuci dengan menggunakan spon ke setiap permukaan kolam/bak. Setelah selesai bilas menggunakan air bersih hingga detergen terbilas air dengan sempurna. Keringkan 3-5 jam baru diisi air.

Setelah diisi dengan air, langkah selanjutnya adalah dengan sterilisasi air supaya bersih dari penyakit. Air yang sudah terisi penuh disterilisasi dengan desifeksi air khusus produk ikan. Banyak produk yang telah berkembang seperti produk boster (blue copper) atau sanbe (fumisid aquatik) pemakaian dan dosis silahkan dibaca dikemasan masing-masing.

Dua hari setelah sterilisasi, dilakukan proses pemupukan dan penebaran probiotik. Dibahas di subbahanasan di bawah.

 

Pemupukan air untuk lele

Pupuk diperlukan untuk kesuburan air. Air yang subur umumnya ditandai dengan air bening kehijauan dan sudah tumbuh cacing air atau jasad renik seperti daphnia. Biasanya tanda air sudah bisa di tebar seperti itu.

Pupuk digunakan adalah pupuk postal dan pupuk kimia yaitu NPK. Pupuk postal (kotoran ayam kering) dosisnya adalah 250gram s.d 500 gram /m2. Sedangkan NPK sebanyak 15 gram/m2. Caranya adalah untuk pupuk organik dibungkus dengan karung, diikat, dan digantung di sudut seperti teh celup. Sedangkan NPK ditebar secara merata. Pupuk juga dapat digunakan pupuk cair produk lainnnya.

 

Pemberian probiotik air

Probiotik merupakan sedian mahluk hidup mikro (mikroba), mikroba tersebut telah diseleksi dan dipilih oleh ahli mikrobiologi dan dibiakan jenis menguntungkan. Artinya mikroba ini nantinya menjadi pasukan pengurai limbah-limbah organik (kotoran lele/sisa pakan). Terutama amoniak yang beracun bagi ikan. Dipasaran probiotik banyak sekali seperti EM4 perikanan, dan banyak lagi. Dosis silahkan anda baca dikemasan (tergantung produknya).

 

Menjaga kualitas air lele

Flushing kotoran dan penambahan air baru

Flushing kotoran adalah tahapan membuang kotoran yang mengendap didasar kolam dengan membuka inlet dari luar dimana didalam kolam sudah dipasang saringan. Sketsa seperti berikut. Saat kontrol air dibuka kotoran dasar terbuang. 10% dibuang, diisi air kembali. Dilakukan 1-2 hari sekali, sebelum diberi makan.

sifon-kolam-lele

PEMANENAN BENIH IKAN LELE

Usia dan ukuran pemanenan benih lele

Berikut ini tabel panen benih lele menurut SNI SNI 01-6484.4-2000, dan lama umur panen (terhitung sejak telur menetas).

sni-pemeliharan-benih-lele

Peralatan panen benih lele

Peralatan panen yang sering digunakan yaitu :

  • Ember
  • Gayung
  • Serokan (seser halus)
  • Waring tampungan panen
  • Ayakan
  • Kulakan/timbangan digital untuk hitung jumlah benih.

Tata cara pemanenan lele

  1. Lakukan panen benih lele pada pagi atau sore hari (saya sarankan pagi) jangan sampai lele kepanasan saat proses panen atau grading karena lendir bisa rusak.
  2. Pasang saringan dengan ukuran lubang saringan lebih kecil dari pada ukuran benih agar benih tidak hanyut.
  3. Surutkan air hingga tersisa kurang lebih 15 cm
  4. Tangkap benih dengan cara dijaring menggunakan waring (kurangi kepadatan)
  5. Sisanya surutkan air hingga habis sambil sedikit demi sedikit di tangkap dengan serokan halus.
  6. Ember digunakan untuk menampung benih sementara, jika sudah padat diangkut dengan ember ke dalam waring tampungan. Hingga benih habis
  7. Setelah benih terkumpul di jaring biarkan sekitar 30 menit agar benih kembali segar dan pulih
  8. Setelah itu bersihkan dari benih mati/sakit dan sampah yang terbawa.
  9. Selanjutnya lele dapat dihitung/grading atau pengemasan.

 

GRADING UKURAN IKAN LELE

Pengertian grading

Intinya grading adalah kegiatan pemilahan benih lele berdasarkan ukuran tertentu. Misal anda panen benih umur 21 hari pasti terdapat tiga ukuran benih yaitu 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Sebaiknya pendederan dan pembesaran benihnya harus seragam oleh karena itulah perlu dilakukan grading. Alatnya sudah banyak di internet dan sudah satu ukuran.

Alat grading sortir lele

Alat grading disebut baskom sortir : screenshot google (keyword : sortir lele) :

sortiran-benih-lele

 

Langkah-langkah grading ikan lele

  • Lakukan grading pada cuaca sejuk (jangan panas)
  • Siapkan alat sortir/grading
  • Masukan lele yang telah dipanen sedikit demi sedikit ke alat sortir yang ada di dalam air (biarkan lele keluar sendiri).
  • Hasil grading di pisahkan berdasarkan katagori ukuran tertentu.
  • Lakukan penghitungan.

 

CARA PENGIRIMAN BENIH IKAN LELE

Pengiriman/transportasi benih ikan lele bisa dilakukan dengan dua sitem yaitu terbuka dan tertutup :

Transportasi benih lele secara terbuka

  • Umumnya dilakukan untuk pengiriman jarak dekat (1-3 jam)
  • Tidak menggunakan oksigen
  • Menggunakan bak terbuka (terpal/tangki) bagian atas terbuka
  • Bisa menggunakan jerigen
  • Dilakukan sebaiknya malam hari baik terbuka atau tertutup
Screenshoot pengiriman lele (dokumen : google.co.id)

screenshoot-pengiriman-benih-lele

 

Transportasi benih lele secara tertutup

Pada transportasi ini, ikan dimasukan ke dalam air bersih dalam kantong plastik. Kantong plastik 2 rangkap ukuran 75 cm x 30 cm. Air 1/3 dan oksigen 2/3nya. Nanti kantong plastik dimasukan ke dalam box stereofoam jika dikirim via bandara.

UKURAN KAPASITAS/BOX
standar-kepadatan-pengiriman-benih-lele

 

ANDA BISA DOWNLOAD ARTIKEL INI MELALUI EBOOK

Demikian Artikel ini kami tulis,

jauh dari sempurna namun akan terus kami sempurnakan.

Kami sangat berterima kasih jika anda ingin berkomentar

saran membangun

di kolom komentar

di bawah ini :

 

DOWNLOAD EBOOK

CARA PEMBENIHAN IKAN LELE GRATIS

CARANYA

silahkan komentar di bawah setelah komentar kami emailkan

23 HALAMAN

download-ebook-cara-pembenihan-lele-lengkap

 

YUK Budayakan memberi saran membangun, silahkan isi di bawah